BKAD
Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
MAKASSAR — Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri acara Forum Group Discussion (FGD) Bedah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2020 dan Penandatanganan Nota Kesepahaman dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah yang berlangsung di Gedung Aula Keuangan Negara Jalan Urip Sumoharjo, Kamis, 12 Agustus 2021.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Drs. Muhammad Rasyid didampingi oleh Kabid Akuntansi, .....
Dalam kegiatan ini mengusung tema "Sinergitas Meningkatkan Kualitas dan Akuntabilitas Keuangan Sulsel". Andi Sudirman Sulaiman berkomitmen akan meningkatkan performa keuangan Sulawesi Selatan.
Di awal sambutan, Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala perwakilan kementerian dalam memandu semua aktivitas perbendaharaan dan keuangan di Sulsel.
“Ini sebagai upaya menciptakan akuntabilitas daripada sebuah sistem pemerintah dan birokrasi daerah,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Ia menyebutkan, tahun 2021 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi sulsel memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKDP) setelah 10 tahun mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WDP). Masa pandemi semakin menjadi tantangan tersendiri di tengah banyak hal yang berubah dan cepat. Sehingga dengan adanya sinergitas akan saling menjaga dan pemerintahan akan berjalan dengan lebih baik.
Ia melanjutkan, bahwa ekonomi Sulsel saat ini berkembang pesat diikuti dengan target dan proyeksi tahun depan ini semakin tinggi.
“Sektor ekspor menggeliat, sistem pertanian sampai penuh semua gudang Bulog, demikian juga dengan penggilingan. Sehingga saat ini dibutuhkan mobilisasi nasional (Mobnas). Kami sudah bersurat ke Kemenko ada relokasi stok yang ada di Sulsel. Supaya kita bisa isi lagi pas panen nanti bulan delapan,” sebutnya.
Ini didukung karena tahun depan akan ada peresmian beberapa proyek strategis nasional. Termasuk diantarnya bandara. Dengan demikian menuntut perekonomian juga tinggi. Termasuk Makassar New Port yang sekarang sudah beroperasi secara parsial sehingga mengeliatkan ekspor dan juga impor. Target tinggi ini bukan semata bertumpu pada anggaran saja. Tetapi faktor lain bahwa tahun depan beberapa proyek nasional bisa diselesaikan dengan baik.
“Ini semua masuk proyeksi kami. Sehingga dengan kondisi pandemi yang tertekan sistem keuangan pendapatan yang langsung kepada Provinsi. Tetapi kita juga harus menempatkan faktor-faktor lain agar tidak salah menilai,” jelasnya.
Lanjutnya, dengan peningkatakan kualitas pengelolaan keuangan yang baik maka akan berpengaruh pada investasi. Animo masyarakat investor baik dalam dan luar negeri akan baik. Di mana pemerintah dapat dipercaya dengan baik.
Ia mengapresiasi komitmen bupati dan walikota yang terus mengenjot investasi di Sulsel. Sehingga semua baramoter yang dibutukan dalam berinvestasi dimiliki dan ada di Sulsel.
"Untuk aksesibilitas, mau lewat pelabuhan kita terbesar di luar pulau Jawa, perlintasan terbaik kalau kita lihat navigate di website perlintasan kapal-kapal yang lewat di Indonesia itu semuanya kecenderunganya lewat Makassar dan kita tahu di timur semunya lewat Makassar dan tidak ada direct flight yang lebih strategis di dibanding Makassar.
Sejalan, pihak BPK berharap agar momentum ini bisa menjadi fokus utama pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi khususnya konsumsi belanja pemerintah dan sisi ekspor.