BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PROVINSI SULAWESI SELATAN

Fax: (0411) 453489
Phone: (0411) 453192, 453192, 453204
Email: ppidbkad@gmail.com
Rabu 15-04-2026
Search
Links
#
  • Andi Indra
  • 08 April 2021
  • 284 Kunjungan

Dibuka Sekprov, Kepala BKAD Sulsel Ikuti Rapat MCP KPK

MAKASSAR - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Muhammad Rasyid menghadiri Rapat Monitoring Control for Prevention (MCP) KPK Sosialisasi Area Intervensi Perencanaan dan Penganggaran APBD serta Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Pertemuan yang berlangsung di Toraja Room Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 7 April 2021 dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani.

Dalam arahannya, Abdul Hayat Gani menegaskan, penganggaran APBD dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) harus sesuai kebutuhan rakyat, dan tidak berdasarkan pada keinginan. Serta memastikan, penyusunan APBD tidak menjadi bancakan korupsi.

 Abdul Hayat mengatakan, beberapa titipan-titipan rakyat untuk pemerintah daerah atau provinsi yang harus dipastikan tiba pada peruntukannya. Maka, bagian yang terpenting adalah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing yang terkait dengan MCP tersebut.

Ia menjelaskan, ada delapan area intervensi yang sudah dipahami bersama, tinggal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi internalisasi dan tinggal menunggu komitmen leaders. Dari delapan area itu, ditarik menjadi dua area, yakni mengenai penganggaran APBD dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang tidak berdasarkan pada keinginan, akan tetapi pada kebutuhan rakyat.

"MCP ini merupakan wujud keseriusan kita (Pemprov Sulsel) bersama KPK dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah," kata Abdul Hayat.

Ia mengatakan, penganggaran APBD dan PBJ dilakukan guna memastikan agar penyusunan APBD tidak dijadikan ajang bancakan korupsi. Namun menghasilkan APBD yang efektif, efisien dan tepat sasaran sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan program-program yang sudah dijalankan melalui APBD sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hayat mengungkapkan, untuk Sulsel, jika ingin bagus harus mengubah sistem Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). "Manajemen SDM itu harus diperbaiki," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasatgas Pencegahan Direktorat Koordinasi Wilayah IV KPK, Niken Ariati, menyampaikan, khusus dari Direktorat IV yang membawahi empat provinsi di Sulawesi, yakni Sulsel, Sulteng, Sultra dan Sulbar.

"Kami berharap agar tidak ada lagi permasalahan yang substansial dalam topik perencanaan penganggaran dan PBJ. Karena, kami review kondisi di daerah Sulawesi, khususnya wilayah Korsupgah IV," ungkap Niken.

Q & APolling

Mari berpatisipasi dalam pengembangan website kami dengan menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini

Apakah informasi yang tersaji pada website kami bermanfaat bagi anda?
Ya
Tidak
Apakah website kami berfungsi dengan baik?
Ya
Tidak
Bagaimana tampilan website kami?
Bagus
Jelek