BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PROVINSI SULAWESI SELATAN

Fax: (0411) 453489
Phone: (0411) 453192, 453192, 453204
Email: ppidbkad@gmail.com
Senin 20-04-2026
Search
Links
#
  • Administrator
  • 31 Juli 2015
  • 165 Kunjungan

Wagub Hadiri Peringatan Hari Koperasi ke-68 di Enrekang

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ir. H. Agus Arifin Nu\'mang, MS menghadiri acara peringatan Hari Koperasi yang ke-68, di Lapangan Abu Bakar Lambogo, Kabupaten Enrekang, Kamis (30 Juli 2015).

Dalam sambutan Gubernur Sulsel, yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu\'mang disampaikan, diperlukan adanya komitmen dari semua pihak untuk mengakselerasi pemberdayaan koperasi di Indonesia, khususnya Sulsel agar kondisi dan citra koperasi semakin baik.

Sehingga, dengan kondisi dan citra koperasi yang semakin baik akan meningkatkan animo masyarakat dan tenaga profesional untuk mengelola koperasi.

Salah satu komitmen pemerintah dalam pengembangan koperasi dan UMKM adalah dengan memberikan kesempatan pada koperasi untuk mendistribusikan pupuk pada petani.

"Pemerintah memberikan kesempatan pendistribusian pupuk, pengadaan pangan, penertiban sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dan surat ijin usaha mikro kecil dan menengah agar administrasinya lebih tertata," ujarnya.

Selanjutnya ia meminta agar peringatan hari koperasi tersebut dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan koperasi Indonesia, khususnya Sulsel melalui kesepakatan bersama antara pelaku dan pembina koperasi.

Tujuannya yakni agar mampu mendorong koperasi aktif menjadi koperasi yang besar serta mengurangi jumlah koperasi yang tidak aktif sehingga akan meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan anggota serta masyarakat.

"Kita terus dorong untuk mengelaborasi koperasi dengan anggotanya untuk berinteraksi dalam prinsip perkoperasian, bahwa harus ada hubunggan bisnis antara koperasi dengan anggotanya," ungkapnya.

Lebih jauh Agus berharap, agar kedepan Koperasi juga harus bermitra dan berinteraksi dengan lembaga ekonomi lain dalam bingkai kesetaraan, selain itu setiap koperasi harus jelas anggota, pengurus, aset, dan sistem operasinya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Puspayoga dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Penerapan Nilai Dasar Koperasi mengatakan, bahwa peringatan HUT Koperasi ke-68 ini sengaja mengambil tema Memperkokoh Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian di Indonesia, untuk mewujudkan amanat pasal 3 UUD 1945.

"Pada pasal 33 ayat 1 disebutkan, bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar azas kekeluargaan," ungkapnya.

Untuk memperkokoh koperasi sebagai soko guru perekonomian, maka gerakan koperasi sepakat untuk membangun koperasi menjadi lebih berkualitas, bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai media penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

Di luar negeri, menuritnya koperasi telah mampu mensejahterakan anggotanya. Ia mencontohkan yang terjadi di Denmark, hampir seluruh supermarket dimiliki dan dikelola oleh koperasi. Sedangkan di Finlandia, kontribusi koperasi pada produk domestik brutonya bahkan mencapai 60 persen.

"Di Singapura 68 persen warganya menjadi anggota Nation Trades Union Congress (NTUC) sebagai koperasi konsumen, sehingga tidak ada retail modern yang berkembang," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah koperasi di Indonesia saat ini sudah cukup banyak, yaitu 209.488 unit, tetapi dari jumlah tersebut hanya sekitar 70 persen yang aktif. Karena itu pihaknya menerapkan sistem database koperasi online atau online database system (ODS).

Sejak sistem ini diterapkan, sudah ada 62 ribu koperasi yang dikeluarkan dari database, dan pembinaan hanya difokuskan pada 147.249 unit koperasi aktif yang telah diterbitkan NIK-nya dan terhubung secara online sehingga mudah dipantau.

Bupati Enrekang, Muslimin Bando, mengatakan, Pemda Enrekang dan masyarakatnya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Eenrekang sebagai tuan rumah peringatan HUT Koperasi ke-68 di Sulsel.

Menurutnya, tema HUT kali ini sangat penting untuk peran koperasi dalam menyambut MEA. Selain itu, masyarakt juga harus mampu mengubah mindset lama yang beranggapan koperasi tidak perlu menghasilkan keuntungan, menjadi koperasi harus mampu meraup keuntungan an menyejahterakan anggotanya.

"Perlu kita sadari dan harus mengubah mindset lama bahwa koperasi tidak perlu cari keuntungan yang penting sejahtera. Yang tidak boleh berubah adalah semangat kekeluargaan dalam pengelolaannya," ujarnya.

Muslimin menegaskan, di Indonesia, koperasi sudah teruji. Saat Indonesia dilanda krisis moneter pada 1998 lalu, koperasi tidak tergoyahkan, meski banyak badan usaha yang gulung tikar tapi koperasi tetap bertahan dan menunjukkan eksistensinya sampai sekarang..

Ia juga mengungkapkan, selama ini koperasi Indonesia selalu dihadapkan pada beberapa persoalan, yaitu permodalan, SDM, dan karakter. Oleh karena itu, dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara koperasi dengan PT Pupuk Kaltim, Bulog, dan lembaga keuangan perbankan, ia berharap seluruh permasalahan tersebut bisa diminimalisir.

"Kita minta Pupuk Kaltim menjadikan koperasi khususnya KUD untuk dijadikan distributor pupuk. Dan untuk Bulog, kami harap sentra produksi pangan dijadikan mitra di tempatnya masing-masing," Ujar Muslimin.

 

Sumber : facebook

Q & APolling

Mari berpatisipasi dalam pengembangan website kami dengan menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini

Apakah informasi yang tersaji pada website kami bermanfaat bagi anda?
Ya
Tidak
Apakah website kami berfungsi dengan baik?
Ya
Tidak
Bagaimana tampilan website kami?
Bagus
Jelek