BKAD
Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Organisasi menggelar Rapat Tindak Lanjut Coaching Clinic percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa, 3 November 2020.
Dalam rapat pertemuan ini dihadiri oleh Kepala OPD Lingkup Pemprov Sulsel beserta jajarannya. Salah satunya dihadiri oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Drs. Muhammad Rasyid.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memberikan arahannya kepada OPD Lingkup Pemprov Sulsel.
Ia pun berharap agar Pemprov Sulsel bisa meraih nilai SAKIP yang lebih baik dari sebelumnya. Pemprov Sulsel menargetkan pencapaian SAKIP dan RB sebagai bagian dari salah satu instrumen dalam mengukur pencapaian visi dan misi Prof Andalan (Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman), olehnya itu diperlukan peningkatan pemahaman yang mumpuni dan kemampuan aparat di setiap perangkat daerah.
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa Pemprov Sulsel terus melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik serta mengikuti arahan-arahan dari Kementerian PAN-RB. Terlebih Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan sejak awal telah menggaungkan program untuk reformasi birokrasi yakni 'Sulsel Bersih dan Melayani'.
"Saya hanya menginginkan, SAKIP ini bisa menjadi bagian yang bisa mendukung kami sebagai salah satu instrumen mengukur pencapaian visi dan misi Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel. Olehnya itu kami juga minta dalam re-baseline RPJMD 2018-2023 pada perubahan, realistic target capaian mengintegrasi semua poin penting Visi Misi. Sehingga outcome SAKIP yang kita periksa jika nilainya bagus maka outcome akan bagus yang secara otomatis merepresentasikan level capaian Visi-Misi tiap OPD" pungkasnya.
Sekedar diketahui, penilaian SAKIP tahun 2019, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan meraih predikat A.