BKAD
Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
MAKASSAR - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Muhammad Rasyid menghadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke 351 Provinsi Sulawesi Selatan, Senin, 19 Oktober 2020.
Paripurna itu berlangsung di Ruang Paripurna Lantai 3 Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dihadiri pula oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel, Ina Kartika didampingi para Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Dalam kesempatan ini, Muhammad Rasyid tampak mengenakan pakaian adat khas Bugis Makassar, Jas Tutup dipadukan songkok Recca to Bone.
Mengingat masih dalam kondisi pandemi covid-19, sehingga Rapat Paripurna ini dilaksanakan secara sederhana dan terbatas. Sementara jajaran ASN eselon III dan IV BKAD Sulsel turut mengikuti Rapat Paripurna ini secara virtual melalui Zoom. Meski dilakukan secara virtual di Ruang Rapat BKAD Sulsel, para pejabat jajaran BKAD kompak mengenakan pakaian adat khas Sulsel.
Hari Jadi Ke-351 Tahun Sulsel kali ini mengusung tema yakni “Mengembalikan Kejayaan Komoditas Unggulan Sulawesi Selatan yang Berdaya Saing Tinggi”. Tema ini merupakan upaya untuk membumikan kembali komoditas unggulan Sulsel seperti coklat, jeruk keprok Selayar, udang windu, dan komoditas lainnya.
“Kita mencoba merefleksikan kembali berbagai produk masyarakat Sulsel yang telah menjadi ikon dan kebanggaan kita. Oleh karena itu, kemasan Hari Jadi Sulsel yang ke-351 ini kita usung tema Mengembalikan Kejayaan Komoditas Unggulan Sulawesi Selatan yang Berdaya Saing Tinggi,” kata Nurdin Abdullah, di Gedung Paripurna DPRD Sulsel, Senin, 19 Oktober 2020.
Ia mengungkapkan, saat ini kita rasakan bersama beberapa komoditi harus kita bangkitkan kembali. Misalnya kejayaan Sutra, Udang Windu dan Jeruk Keprok Selayar. Komoditi tersebut telah menjadi bagian dari budidaya masyarakat Sulsel.
Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa hari yang lalu, Pemerintah Provinsi Sulsel juga mendapatkan apresiasi penghargaan bidang pengembangan infrastruktur di daerah terpencil. Hal tersebut menjadi kewajiban kita semua untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Untuk itu, Tahun 2020 ini dan kedepan, kami akan bergerak ke pulau-pulau untuk memberikan intervensi pembangunan minimal penyediaan sarana dan infrastruktur transportasi, penyediaan sarana air bersih dan penyediaan jaringan listrik. Tiga hal tersebut menjadi permasalahan mendasar bagi saudara-saudara kita yang ada di pulau, untuk selanjutnya kita berikan intervensi untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat pulau,” katanya.
Menurut dia, secara sederhana pihaknya kemukakan potensi yang ada di pulau sebagian besar belum tersentuh dengan maksimal. Untuk itu, saat ini dalam proses pengajuan ke Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nasional untuk menjadikan Selayar sebagai KEK Pariwisata sebagai ikon pulau terbesar di Sulsel untuk selanjutnya secara bertahap akan dikoneksikan dengan berbagai pulau yang ada di sekitarnya.
“Masa depan pariwisata bahari ada di pulau. Untuk itu, saya mengajak kepada kita semua termasuk para mitra investor untuk melihat lebih dekat potensi investasi yang ada di 330 pulau di Sulsel,” tutupnya.